Tampilkan postingan dengan label New Year 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Year 2014. Tampilkan semua postingan

Desember 30, 2013

NYE Trip : Lagi-Lagi Prambanan dan Taman Sari


Pagi ini, tempat makan Edu Hostel penuh oleh para abege anak SMA Serang yang sedang 'piknik' ke Yogya. Saking penuhnya tempat makan di dalam hostel, aku dan 2 cewek sekamar yang baru ketemu semalam memilih makan diluar ruangan. Matahari bersinar dengan riang gembira. Baru duduk sebentar saja kami sudah keringetan. Padahal jam baru menunjukan jam 8 pagi. Fiuh... mudah-mudahan hari ini gak panas banget seperti kemarin. Seperti biasa, Manu jadi pusat perhatian. Doi di interview oleh guru-guru SMA itu. Sedang Hardy melipir ke meja kami bertiga.

Sekitar jam 9 kami berjalan kaki sekitar satu kilometer dari hostel ke arah halte Trans Jogja Taman Pintar. Busway ala Jogja ini langsung menuju ke terminal depan Candi Prambanan. Dari terminal Prambanan tinggal jalan kaki masuk ke area candi. Seperti kemarin, perbedaan harga tiket lokal dan mancanegara bikin aku aku nyengir you-know-why ke arah Manu. Untungnya si Manu masih punya student card yang bisa  dapetin diskonan. Lumayan diskon 50 ribu ya...
Seperti Borobudur kemarin, Candi Prambanan juga penuh dengan pengunjung. Sudah banyak orang di sekitar pelataran candi dan aku menduga di dalam candi pasti sudah penuh sesak. Pupus sudah buat cari spot foto bagus, foto narsis, dll. Tapi kemudian kami melipir kearah luar area candi untuk menghindari para pengunjung yang membludak dan mencari sudut foto yang baik.
Setelah muter-muter, bernarsis ria dan syukurlah...no more interview for Manu, kami kembali ke terminal Trans Jogja. Tapi tepat sampai di terminal, hujan turun dengan lebatnya. Padahal tadi panasnya minta ampun. Benar-benar cuaca yang aneh.

Setelah menunggu kira-kira 30 menit, akhirnya busway datang juga. Beruntung kami mendapat tempat duduk karena perjalanan cukup lama karena koridor busway muter-muter. Sampai di halte dekat pasar Beringharjo kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke Taman Sari. Hujan gerimis masih lumayan lebat. Aku buka payung sambil melirik para cowok rela berhujan-hujan daripada dibilang ga macho karena pake payung. Hah!!

Melewati pasar burung lama (pasar Ngasem) kami mengikuti labirin (karena jalannya benar-benar sempit seperti lorong) kampung Taman Sari menuju ke masjid tua yang berada di bawah tanah. Masjid ini cukup unik karena untuk masuk kita harus melewati lorong bawah tanah yang saat ini sudah rapi dan bersih. Berbeda dengan beberapa tahun lalu.

Puas menemani para cowok mengambil foto, kami bergegas ke Taman Sari melewati jalan sempit di kampung. Aaargh.... terlambat!! Jam 4 Taman Sari Water Pallace sudah tutup. Tapi aku ingat, kami bisa mengintip, meski memang ga bisa masuk ke dalamnya. Hanya sedikit orang yang tahu tempat rahasia ini. Yah, dari pada teman-temanku kecewa karena ini hari terakhir kami di Yogya. Dan taraaaa... keduanya langsung tersenyum sumringah!!
Dari Taman Sari kami berjalan ke Warung Buu Ageng didaerah Tirtodipuran. Setiap kali aku ke Yogya, pasti mampir kesini. Pengen mengenalkan makanan khas Jawa pada teman-temanku. Berjalan kaki dari Taman Sari ke warung Bu Ageng cukup panjang. Sampai disana kami kecewa karena resto - nya ternyata tutup. Aku lupa kalau tiap hari Senen mereka tutup #doh!!! Karena capek dan lapar kami memutuskan makan di resto Lekker.

Sehabis makan kami naik becak motor ke St. Tugu untuk tukar karcis kereta. Dari St.Tugu jalan kaki menuju Sosrowijayan untuk refleksi kaki. Beugh!! Setelah jalan kaki seharian telapak kakiku ternyata butuh di pijit. Sebenarnya Manu dan aku yang paling excited buat refleksi dan sebagai minoritas, Hardy ngikut saja. Selama satu jam kami merem melek di Refleksi KAKIKU.

Dari Sosrowijayan lanjut jalan kaki ke Hostel dengan kondisi jauh lebih segar. Kemudian mampir di pusat oleh-oleh untuk menemani Hardy membeli buah tangan. Di hostel kami mengambil barang ransel dan langsung naik taxi ke St. Tugu.

Karena masih agak lama, ga ada salahnya menikmati angkringan di sekitar St. Tugu. Menikmati camilan dan kopi joss yang ajieb punya sebelum kami beranjak menuju Malang. Last nite at Yogya, but it won't be the last time I come home... ^.^

Desember 29, 2013

NYE Edition : Mendadak Yogyakarta dan Borobudur... (lagi)


Berhubung bapak Boss pulang ke negaranya, jadi aku bisa libur panjang tanggal 24 Desember - 10 Januari padahal gak ada rencana sama sekali. Jadi aku komporin saja si Hardy yang lagi menikmati masa nganggur karena pekerjaan barunya mulai awal Januari. Jadilah kami merencanakan liburan dadakan untuk menjajah dari Malang melipir ke Bali.

Tapi mendadak ada permintaan teman dari Jerman yang juga dadakan merencanakan liburan ke Indonesia. Jadilah itenerary diubah sedikit dengan mengambil Yogya dan sekitanya sebelum ke Malang. Apalagi Hardy juga belum pernah ke Yogya. Okey ... let's the journey began....

Jam 5 sore kami sudah siap di terminal Lebak Bulus. Bis yang harusnya berangkat jam 5 ngaret sampai jam 6 sore. Si teman bule yang baru pertama kali ke Indonesia bertanya dan sedikit komplen. Hihihi... welcome to Indonesia Manu, where everything and everyone loves being late!!

Dalam bis nyaris semalaman kami ngobrol. Itulah, beda negara, beda budaya dan banyaknya tabrakan budaya membuat obrolan kami jadi menarik. Gak sadar mulut gak berhenti dari start bis berangkat sampai lewat tengah malam. Kecapekan ngobrol akhirnya kami tewas. Bangun-bangun saat supir teriak BUMIAYU!! Ternyata bis-nya lelet banget. Sudah jam 7 tapi masih masih sampai di Bumiayu. Di perkirakan bis akan sampai di Yogya jam 1 siang. DOH...!!!

Fiiiuuuh!! Yogya panas membara. Menyusuri Sosrowijayan sangat menarik. Karena semua hostel sudah penuh saat di telepon, jadi terpaksa go show. Kami menebukan hotel borobudur yang lumayan resik dengan satu tempat tidur dan extra bed. Hari ini pengen molor sebentar setelah tidur tak nyenyak di bis. Tapi Hardy milih jalan-jalan.
Malam hari kami makan, sambil jalan-jalan nyari penginapan baru. Baru kusadari betapa lugunya aku di wilayah ini. Gak sadar kami memasuki wilayah pasar kembang. Tempat club dangdut dan mbak-mbak penghuninya. Alhasil si Hardy jadi salting karena malu dan Manu ketawa-tawa geli karena ditawarin dan aku ... semoga bukan dikira salah satu penghuninya. Berputar-putar melewati labirin kecil yang remang-remang dan hingar-bingar, akhirnya kami bisa menemukan jalan utama. Fiuh....!! Pencarian hostel malam ini gagal.

Esok paginya sambil sarapan aku coba-coba telepon Edu Hostel langgananku kalo kepepet nginep di luar rumah. Mas-nya berhasil menyisipkan kami bertiga di tengan para waiting list. Wuiiih... pelayanan pelanggannya top markotop deh. Dan kamipun selamat dari hotel-hotel mahal (sebagai opsi terakhir kalo gak dapat penginapan).

Setelah check in  di EDU Hostel, kami melanjutkan perjalanan ke Borobudur. Naik bis Ke terminal Jombor, disambung bis ke terminal Borobudur dan naik becak ke Candi Borobudur. Borobudur bener-bener seperti lautan manusia. naik tangga dan turun tangga sepertinya penuh perjuangan. Jika bukan demi dua lelaki itu, aku milih duduk manis di bawah pohon rindang, menghindari kulit menghitam karena terpanggang matahari. Lebih lucu, saat itu aku menemukan banyak kelompok anak-anak yang sedang belajar bahasa Inggris dan semangat banget meng-interview Manu. Hahaha, si mas Manu ga tega menolak wajah polos anak-anak itu sehingga interview jadi tambah lamaaa.... tambah banyaaak dan mendadak sudah jam 2 sore. Kyaaa... kami harus ke Prambanan hari ini juga!!

Entah karena kepanasan atau kecapekan atau kenapa, aku mendadak sangat pusing dan mual. Kata Hardy  memang panas sekali, dan mungkin kita terdehidrasi. Akhirnya mampir ke sebuah restoran yang berada diseberang terminal. Katanya terkenal enak tapi ternyataaaaa.... #no-mention.

Dari terminal Borobudur kami lanjut ke terminal Giwangan. Tapi ternyata bus hanya sampai ke Jombor. Tawar menawar taxi dapat 350 tanpa argo. Jadinya kami schedule ulang dan Prambanan buat besok pagi saja. Malah kita muter-muter Malioboro, makan risol Malioboro yang membuatku tergila-gila, makan oseng-oseng mercon deket Hostel yang aduhai... MERCOOON banget!! Hardy langsung tambah item saking merah padam. Manu langsung bilang noooooooo.....!! Pokoknya judul malam ini, makan besar.