Tampilkan postingan dengan label 02. Craft-things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 02. Craft-things. Tampilkan semua postingan

Agustus 12, 2014

Infinity Grey

Siang-siang seorang teman whatapps kalau mamanya mau pergi ke negara yang dingin dalam waktu dekat. Jadi beliau butuh syal yang super anget. Aku ingat masih punya sisa benang yang cocok untuk sebuah syall. Tapi ternyata tidak. Benangnya harus nambah 3 gulung lagi haha.
foto dari ETSY
Idenya seperti gambar di atas. Syal berbentuk circular / lingkaran. Terbuat dari wool merk Nokumori - Jepang. Polanya sederhana. Hanya dengan menggunankan aplikasi tusuk chain (ch), slip stich (ss), double stich (ds) dan back loops only (blo) yang menambah aksen dari syal tersebut. Eh, aku gak ngerti bagaimana menjelaskan istilah tusukan ini dalam bahasa Indonesia. Karena aku belajar di internet yang kebanyakan pakai bahasa Inggris - minta di lempar bakiak. Jadi sebaiknya kalau yang mau buat belajar tusuk dasar dulu hahaha - maap...

Pembuatannya sebenarnya tidak lama karena menggunakan benang wool, hook nomor 10mm, which is  bakalan gede-gede dan cepet banget. So, lets get started :
- chain (ch) 110 tusuk atau sekitar 120 senti jika menggunakan benang dan hook lain, slip stict (ss).
- c.h 3 kemudian d.s pada loop (tusukan) bagian belakang saja, sampai tusukan terakhir, kemudian s.s
- ulangi sampai 10-12 row tergnatung ketebalan / lebar yang diinginkan.

Jadinya akan seperti ini...




Agustus 04, 2014

Cool Grey Srug

Grey Srug ini cukup hangat untuk di pegunungan. Bahannya dari wool Jepang yang halus dan hangat. Pembuatannya mudah sekali untuk pemula, namun benang yang dipakai memang termasuk mahal. Aku beli sebanyak 24 gulung benang karena isinya hanya sedikit per gulungnya.

Bahan :
-  Benang Wool / Bulk ( bisa disesuaikan dengan keinginan )
-  Hook ukuran 9.5mm

Tusuk yang digunakan : chain dan double stitch (untuk pemula)

Untuk mengukur gauge range atau keelastisan antara benang dan jaruk hook. Caranya buat chain sebanyak 25 chains. Kemudian buat double stitch (d.c) diatas chain tersebut. Setelah jadi, ukur untuk 10 cm berapa d.c yang di dapat sehingga kita bisa mengira-ira berapa banyak chain ynag harus kita buat sebagai landasan.

Pembuatan ;
- Buat chain sepanjang 120 cm.
- D.C untuk setiap chain tersebut. Balik dan ulangi d.c pada lajur ke 2 dan seterusnya sehingga mempunyai lebar sekita 70 senti. Berarti telah telah terbentuk persegi panjang dengan ukuran 120 x 70 senti.
- Lipat menjadi 2 bagian dengan ukuran 120 x 35 sent.
- Dari ujung yang terbuka, jahit dengan benang yang sama sepanjang 22 senti. Begitu pula dengan ujung yang satunya.
- Balik bahan sehingga jahitan berada di dalam dan srug tersebut telah siap.



Juli 17, 2014

Motif "Granny" Sederhana

Saat 'menjelajah' di internet dan menemukan foto ini, aku langsung jatuh cinta. Aduuuh...lupa dimana aku menemukan gambar dan link. Nanti kalau ketemu, akan posting di blog sebagai referensi deh.

Motifnya sangat mudah. Ini kalau tidak salah motif dasar saat membuat rajutan taplak meja jaman sekolah dulu. Cuma ada modifikasi sana sini untuk dijadikan sebuah kardigan. 

Bahan :
- Rayon Viscose
- Hook ukuran 5

Aplikasi tusukan : chain dan  double crochet (d.c) untuk pemula


Sedikit memodifikasi di beberapa bagian karena aku ingin bagian ekor (belakang-bawah) tidak ingin terlalu panjang, lebih kecil dibagian pundak supaya tidak kedodoran dan sedikit membentuk badan, dan bagian depan lebih lebar.

Jadi, inilah jadinya. Serupa tapi tak sama. Cheers!! :)


Mei 19, 2014

Maple Sederhana

Seni rajutan ternyata tidak harus berupa taplak meja, tas, topi dan syal. Tapi bisa juga berbentuk daun, bunga yang cantik dan juga binatang. Saat melihat-lihat Pinterest aku tertarik dengan bentuk daun ini. Setelah mencermati dengan teliti dan menirunya, jadilah daun ini. Haha... lucu juga dan mirip dengan gambar aslinya.

Hmm.. daun ini bisa menjadi bag tag atau gantungan kunci. Atau nanti dikumpulkan dengan bunga-bungan dan daun-daun lain jadi hiasan 3 demensi? hm.. good idea.

Mei 15, 2014

Motif Sederhana

Okey. Jadi aku lihat tas rajut yang super keren. Tidak pernah terbayangkan kalau tas rajut bisa sekeren itu. Dalam bayanganku tas rajut mah yang jadul dan biasa banget. Eh, penemuan baru, ternyata tas rajut The Sak itu ternyata buatan Indonesia. Yogyakarta lebih tepatnya. Di dalam negeri lebih dikenal denga tas "Dowa". Aih... betapa ketinggalannya aku.

Kemudian dengan bantuan engko pemilik toko benang di toko Sunflower, aku dikasih tau bahan yang tepat untuk membuat tas rajut. Jadilah tas rajut sederhana dengan pola seadanya ini. Tas santai buat nge-mall atau traveling.



Terbuat dari benang nylon ukuran 18. Ukuran hakpen 4. Ukuran tas : 30 x 30 cm. Ukutran tali 40 cm. Haha... ternyata buatnya lama ( hampir 2 minggu!! ), karena ukuran benang nilon kecil. Tapi hasil rajutan halus dan rapat. Kalaupun tidak memakai dalaman atau lining juga tidak masalah. Artinya barang tidak tercecer kemana-mana. Tas ini juga mudah di cuci dan kuat looh...

Mei 01, 2014

Sunset Bolero


Ternyata selain 'membolang' aku mempunyai bakat terpendam lain. Merajut. Dalam bahasa inggrisnya disebut crocheting. Pada dasarnya aku kenal merajut ini sejak SD. Dulu ada pelajaran prakarya yang mengajarkan cara untuk membuat rajutan taplak meja, menyulam sapu tangan dan kristik - cross stich. Tapi setelah sekian puluh tahun, aku tidak pernah lagi membuat salah satunya. 

Jadi bermula saat aku  melihat sebuah bolero yang cantik dengan harga selangit di sebuah majalah luar negeri, aku menjadi tertantang untuk membuatnya.

Dimana belajarnya ? Belajar bisa dari mana-mana asal ada kemauan. Pada dasarnya aku jenis orang want to know everything - eh, bukan kepo ya hihi - dan juga eager to learn. Untuk belajar lagi aku lihat buku, artikel, tutorial yang ada di internet. Tapi memang dibutuhkan kesabaran untuk mencari pelajaran yang tepat karena begitu banyak tutorial di internet. Selain itu merajut diperlukan sebuah kesabaran, pengetahuan tusuk dasar dan pengenalan jenis benang dan hakpen/jarum yang baik. Banyak ya... hahaha, nanti kalau sudah terbiasa feeling-nya akan dapet :)

Saat berburu di alat rajut aku menemukan banyak link toko online. Ada juga referensi toko benang yang 'cukup' murah di Jakarta. Aku melihat satu benang sangat menarik perhatian karena warnanya orange - I love orange :) - rame seperti sunset. Tidak tahu mau buat apa, yang penting aku membeli benang itu dengan ukuran hakpen yang direferensikan. Tidak tanggung-tanggung aku beli 10 gulung haha. Takut benang habis dan saat membuatnya jadi kurang benang kan lucu. Tidak tahu mau buat apa, akhirnya buat cardigan saja. Browsing gimana buatnya... bla bla bla. Akhirnya ketemu jenis bolero - kardigan lengan pendek - yang paling mudah menurutku.


Benang yang kupakai jenis rayon merk Viscose ukuran 15. Benangnya adem dan tidak panas untuk negara tropis, serta warnanya keluar - agak mengkilap. Jarum yang kugunakan ukuran hakpen nomor 5. Banyak benang 7 gulung. Lama pengerjaan, karena ngebut, 4 hari.
Pada awalnya, bolero ini dibuat untuk diri sendiri. Tapi karena tetangga kepingin, akhirnya dibeli. Aku buat lagi yang sama, tapi malah di beli oleh teman yang melihat. Hah!! Otak bisnis pun jalan. Lumayan kan bisa buat beli benang lagi. Jadi sebelum dikirim ke Malang, saya foto dulu untuk dokumentasi blog. Bolero ini cocok untuk santai dan formal. Kalau ada yang berminat, aku sekarang menerima pesanan. Hihihi.... ^.^